Minggu, 05 April 2009


Khotbah no. 1

SIAPAKAH YESUS?

Selamat malam teman-teman sekalian, yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Shalom!

Saya sangat bahagia boleh bertemu dengan teman-teman pada malam ini, untuk belajar bersama, mendalami Firman Allah. Kita patut bersyukur, karena kita, pada malam hari ini, akan mengenal seseorang yang mempunyai kehidupan yang unik, jauh berbeda dari manusia yang pernah kita kenal selama ini.

Siapakah Dia? Apa untungnya kita mengenal Dia? Apa peranannya dalam kehidupan kita?

Dia adalah seorang yang bernama Yesus.
Siapakah Yesus?

Seorang bayi di Bethlehem? Ya.
Anak tukang kayu di Nazareth? Ya.
Seorang yang baik hati yang menolong orang sakit? Ya.
Itulah Yesus, dan masih banyak ........... lagi.

Tahukah teman-teman, bahwa lama sebelum Yesus datang ke dunia ini sebagai seorang bayi di Bethlehem, Dia tinggal di surga?


Nyatanya, Dia adalah Pencipta dunia ini, di mana kita hidup. Dia menciptakan pohon-pohon yang indah, bunga-bunga, bukit-bukit, lembah-lembah, burung-burung, binatang-binatang dan ikan-ikan di laut.

Di surga seluruh malaikat mengasihiNya dan senang melakukan kehendakNya. Di sana terdapat kebahagiaan dan sukacita.

Lalu teman-teman mungkin bertanya, jika Dia sangat bahagia di surga, kenapa Dia datang ke dunia ini? Jawabnya ialah: Karena Dia mengasihi teman-teman dan saya.

Dia mengasihi manusia, dan hal itu membuatNya sangat menyesal melihat begitu banyak anak-anak kecil, lelaki dan perempuan yang manis-manis, kemudian bertumbuh menjadi pria dan wanita yang jahat.

Sungguh, adalah suatu pengorbanan besar bagiNya, mengganti kebahagiaan surga dengan penderitaan dunia, tapi Dia telah datang ke dunia karena tahu bahwa tak ada cara lain untuk menyelamatkan anak-anak bagi kerajaanNya.

Tapi mengapa Yesus datang sebagai bayi kecil, dan bukannya sebagai manusia dewasa? Sebab Dia mau merasakan pengalaman bertumbuh seperti semua kita, anak-anak di sini. Dia ingin hidup sebagaimana kita hidup, sehingga Dia dapat menolong kita semua nantinya.

Ya, bayi Yesus telah bertumbuh menjadi Yesus kecil dan menjadi Yesus orang Nazareth, yang pergi ke seluruh Palestina melakukan perbuatan- perbuatan kebajikan dan menyembuhkan semua orang sakit yang datang kepadaNya.

Dia mengajar orang dengan banyak pelajaran-pelajaran indah dan mengatakan bagaimana untuk hidup damai dan bahagia bersama. Yesuslah yang berkata bahwa kita juga harus berbuat kepada orang lain, apa yang kita ingin mereka buat bagi kita.

“Kamu telah mendengar firman ‘Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Itu terdapat dalam kitab Matius 5:43,44.

Dalam kehidupanNya sendiri, Yesus mengamalkan pelajaran-pelajaran yang indah ini, dan semua orang mengasihiNya kecuali mereka-mereka yang iri akan kepopuleranNya, atau tidak suka cara Yesus menegur dosa-dosa mereka, atau yang tidak memahamiNya.

Beberapa pemimpin diam-diam merencanakan untuk membunuhNya. Coba teman-teman pikirkan! Di sini ada Putra Allah, yang hidup bersama manusia, menyembuhkan dan menolong mereka dalam cara apa saja yang dapat Dia buat, namun ada beberapa orang yang ingin membunuhNya.

Di salib itu Yesus mati, dibunuh dengan menyedihkan dan menderita.
Lalu kita mungkin bertanya, ”Mengapa Yesus membiarkan orang-orang jahat itu membunuhNya?”

Sebenarnya Dia bisa saja memanggil semua malaikat-malaikat di surga untuk menolongNya, melawan orang-orang jahat yang telah memakuNya di salib. Tapi Dia tidak melakukan hal itu, Dia rela mati, karena dengan kematianNya, Dia sudah membuka kerajaan Allah, bagi siapa saja yang percaya padaNya.

Itulah yang dimaksudkan oleh ayat yang indah yang berbunyi, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16.

KasihNya tak pernah berubah. Dia sama, baik kemarin, hari ini dan selamanya. Dia mati ketika Dia masih muda, dan Dia tidak pernah menjadi tua. Karena sudah pernah menjadi anak-anak, Dia tahu bagaimana harus menolong anak-anak lain hari ini, kaya atau miskin, sakit atau sehat, dalam segala kesulitan dan cobaan yang kita alami. Dia tak akan pernah membiarkan kita gagal, jika kita menaruh kepercayaan kita kepadaNya. Dia adalah sahabat anak-anak, sahabat kita semua.


“Ada seorang sahabat anak-anak kecil
Di atas langit biru yang cerah;
Sahabat yang tidak pernah berubah,
Yang kasihNya tak pernah mati

Tidak seperti sahabat-sahabat kita di dunia
Yang berubah seiring berubahnya hari dan tahun
Sahabat ini selalu berharga
Namanya indah, Dialah “Yesus”

Kelak dan tidak akan lama lagi, Yesus akan kembali dan akan datang bersama semua malaikat-malaikat. Betapa suatu pemandangan yang ajaib! Barangkali teman-teman dan saya akan hidup untuk melihat kedatanganNya. Siapa tahu?

Dan kemudian kalau kita sedia, malaikat-malaikat akan membawa kita bertemu denganNya di udara. Teman-teman hampir dapat merasakan getarannya sekarang, bukan? Lalu, bersama semua malaikat, kita akan pergi ke surga, melihat segala sesuatu yang indah yang telah disediakan Allah bagi mereka yang mengasihiNya. Adu.....h asyiknya!

Akhirnya setan dan orang-orang jahat akan ditinggalkan dan dimusnahkan selama-lamanya, segalanya akan menjadi indah, setiap orang akan bahagia. Indah sekali!

Tidak akan pernah lagi ada pertengkaran atau kata-kata yang tidak baik. Selalu dan selalu....... akan damai, bahagia dan sukacita. Selama-lamanya Yesus akan bersama dengan kita, anak-anakNya, dan kita bersama denganNya. Karena Yesus sudah berjanji dalam Yohanes 14:1-3, ‘ “Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.”

Tak inginkah teman-teman ikut dalam hari ajaib itu, saat Yesus menjemput anak-anakNya, untuk hidup dalam rumah yang mulia, yang telah disediakanNya bagi semua orang yang mengasihiNya? Saya mau. Dan saya yakin, semua teman-temanpun mau.

Siapakah Yesus? Dia adalah sahabat kita, Dia adalah Juruselamat kita, yang sangat mengasihi teman-teman dan saya. Mari kita pastikan bahwa kita akan siap ketika Yesus datang.

Mari kita berdoa....Amin.

Selamat malam, Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar