Coretan : Kenapa Bermain Penting Untuk Anak ??
Sep 11, '05 10:45 AM
for everyone
Saya baru-baru ini membaca berita ada 2 anak Indonesia yang istimewa dengan IQ yang tinggi sekitar 150 (rata-rata orang 100), mereka mulai kuliah di fakultas kedokteran UGM dan fakultas Teknik Informatika ITB dengan umur 14 tahun. Luar biasa ... katanya anak-anak ini cepat sekali menangkap informasi dan memiliki daya ingat yang tinggi.
Saya jadi teringat anak-anak sendiri, putri saya misalnya bila mulai menghafal surat-surat pendek yang dipeerkan oleh sekolah Sabtu di Mesjid sungguh bukan pekerjaan mudah baginya. Saya ya bisa mengerti juga kesulitannya wong disuruh menghafal sesuatu yang tidak dia mengerti maknanya ya tentu saja bukan hal yang mudah, karena dia harus menghafal buta semua itu. Saya selalu berusaha membantunya dengan menerangkan apa arti atau maksudnya, namun waktu seringkali tidak bersahabat untuk berlama-lama dalam hal itu. Untuk mengurangi sama sekali waktu bermainnya, saya koq tidak sreg.
Saya memang termasuk ibu yang membiarkan anak banyak bermain. Sudah sewajarnya bagi saya seorang anak menikmati masa bermain, masa kanak-kanak dan mendapatkan kesenangannya, banyak tertawa, riang, ceria, bahagia, sedikit nakal diantara sedikit aturan-aturan dasar dan sedikit rutinitas yang kita berlakukan. Kenapa anak perlu bermain selama ini saya tidak tahu dasar ilmiah atau pertimbangan psikologisnya. Tapi kemarin saya tidak sengaja menemukan halaman internet tentang itu ada di sini (tapi maaf dalam bahasa Jerman).
Saya coba singkat dan terjemahkan ya .... begini katanya, main bukanlah hanya sebuah permainan. Bermain tidak ada hubungannya dengan menghabiskan waktu bebas atau kegiatan yang murni lahir dari keinginan. Bermain juga bukan hasil sampingan sebuah perkembangan juga bukan hasil yang dapat dihilangkan dari siklus kehidupan seorang manusia ! Bermain ibarat pekerjaan utama setiap anak, yang sedang berusaha mengerti dunia, diri sendiri, kejadian dan situasi, melalui penglihatan dan pengalamannya dalam arti sebenarnya.
Dan disamping rumah orang tua sebagai institusi dasar perkembangan di mana anak dapat membangun kemampuan individu dan kemampuan komunikasinya, TK adalah tempat di mana fundamen awal dapat diperkuat dan diperluas, bukan dengan bantuan program tertentu atau training yang optimis melainkan dengan pertolongan beragam permainan. Hal itu telah ditunjukkan oleh para psikolog beberapa tahun yang lalu dan sekarang ini bahkan para peneliti perkembangan anak semakin meyakininya. Jadi bermain pada dasarnya memiliki tiga fungsi yang satu:
1. Bermakna penting untuk perkembangan kepribadian seorang anak
2. Merupakan asupan modal yang dibutuhkan untuk kesuksesan sekolah serta bekerja di kemudian hari
3. Di dalamnya terkandung hubungan yang jelas antara kemampuan bermain dan kemampuan sekolah.
Jadi jangan heran bila seorang peneliti menilai bahwa anak-anak sampai akhir umurnya yang keenam (harus!) bermain selama 15.000 jam, itu sekitar 7 - 8 jam per hari! Anak-anak yang banyak dan intensif bermain (secara kualitas dan kuantitas) sadar akan keistimewaan, keunikan, bagaimana bersikap dan batas-batasnya, dunia perasaan dan pemikirannya. Sudah sejak lama dikenal di dunia penelitian bahwa anak-anak yang banyak bermain secara intensif, dapat membentuk dan memperluas sifat-sifatnya di empat bidang kompetensi kehidupan dengan sukses, berikut ini:
a) di bidang emosi dan perasaan: Mengenal, mengalami dan bekerja dengan perasaan; lebih baik mengatasi kekecewaan dan kegagalan; lebih mudah mengatasi situasi, lebih tidak agresif; lebih tahan bantingan; lebih memiliki ketahanan; Lebih puas pada diri sendiri; lebih bisa mengatasi ketakutan, kesenangan, kesedihan dan marah.
b) di bidang sosial: lebih dapat mendengar pembicaraan; tidak cepat membentuk prasyangka / prejudis terhadap orang lain: lebih mampu bekerjasama; lebih mampu bertanggung jawab; lebih mampu menerima aturan, dapat lebih baik merasakan ketidakadilan; menjaga persahabatan lebih intensif.
c) di bidang motorik: Anak-anak memiliki reaksi yang lebih cepat, kemampuan motorik yang lebih lancar, koordinasi yang lebih dari dari mata dan tangan dan motorik halus dan kasar yang terpisahkan, memiliki keseimbangan yang lebih akan tubuh juga pengendalian keinginannya.
d) di bidang kognitif: Anak-anak memperlihatkan daya pikir yang lebih logis, kemampuan berkonsentrasi yang lebih tinggi, daya ingat yang lebih tinggi, kemampuan meraba yang lebih baik, kemampuan berbahasa, mengerti tentang jumlah, angka, warna dan bentuk yang lebih, memiliki fantasi yang lebih luas dan lebih jeli akan percobaan penipuan. Anak-anak belajar dalam permainan kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkannya untuk melakukan kehidupan yang mandiri, bertanggungjawab dan otonomi, mengenal kebutuhan-kebutuhan untuk kehidupan sosial dan dapat menimbang antara keinginan serta kebutuhan sendiri. Akan sangat mencengangkan bagaimana sebuah permainan membangun potensi dari dalam diri anak-anak dan mengembangkan ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak untuk sekolahnya kelak.
Bermain dan permainan menawarkan palet beragam. Anak-anak bekerja dalam hubungannya dengan arti hidup dan mengkualifikasi kompetensinya, yang mereka butuhkan untuk kehidupannya saat ini dan masa depan.
Terlebih dari itu anak-anak perlu dibantu secara - aktif dan dedikasi - untuk menemukan sebanyak mungkin bentuk permainan dan untuk meningkatkan kemampuan bermainnya. Membiarkan anak bermain menjadi sama artinya dengan menekan anak untuk tidak bermain bila mereka tidak diterangkan dasar-dasar permainannya. Karena hanya dengan kemampuan dasar ini, barulah anak-anak dapat membuka jaringan antara dua dunia : dunia dalam kejiwaannya dan dunia luar perbendaan.
Wah ... bagi saya juga ini informasi yang baru !! Jadi ingat ketika nabi Adam diperkenalkan nama-nama benda sekelilingnya. Mudah-mudahan berguna untuk teman-teman, karena ini juga pelajaran baru bagi saya ...
Minggu, 05 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar